POKOK-POKOK PEMAHAMAN IMAN
GKPI


Pilih salah satu menu dibawah ini untuk melihat penjelasan

Sejak awal berdirinya, GKPI telah menyadari perlunya memiliki sebuah konfessi untuk mengungkapkan pengakuan dan pemahaman imannya selaku bagian dari tubuh Kristus dan gereja yang kudus dan am, sekaligus sebagai gereja yang mempunyai jati dirinya sendiri. Kesadaran itu antara lain terungkap dalam Tata Gereja GKPI Pasal IV ayat 1.b., yang dirumuskan pada Sinode Am yang pertama tahun 1966. Namun sampai usia 20 tahun belum jelas terumus apa dan mana yang dimaksud dengan konfessi GKPI.

Menyadari hal itu, di dalam keputusan Sinode Am IX GKPI no VIII/SA-IX/1988 butir 1 antara lain dinyatakan agar GKPI membuat konsep Konfessi GKPI, yang akan dibicarakan dan diputuskan pada Sinode Am [Kerja] X GKPI tahun 1991. Setelah keputusan itu diolah Majelis Pusat GKPI, Pimpinan Pusat GKPI menerbitkan surat ketetapan no 218/P-7/2/89 tentang pengangkatan dan penetapan Tim penyususn konsep Konfessi GKPI.

Dalam proses pelaksanaan tugas tim, muncul berbagai saran dan unsul, yang kemudian dijadikan bahan Rapat Pendeta GKPI 26-29 Maret 1990. Setelah melalui pergumulan yang mendalam, Rapat Pendeta tersebut akhirnya mengambil keputusan sebagai berikut:
  1. Konfessi GKPI pada dasarnya sudah ada, yaitu seperti termaktub pada Tata Gereja GKPI Pasal II ayat 1, yang berbunyi sebagai berikut: "Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) mengaku Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat Gereja, sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Pengakuan ini menggerakkan dan menerangi seluruh gerak hidup Warga Jemaat di GKPI"
  2. Yang dibutuhkan GKPI adalah pegangan tentang Pokok pokok ajaran (pemahaman) iman GKPI.

Setelah melalui berbagai prosedur, Tim melanjutkan dan menyelesaikan tugasnya. Hasilnya dipersembahkan pada Sinode Am [Kerja] X GKPI, 9-13 September 1991. Keputusan Sinode Am ini mengenai konsep Pokok Pokok Pemahaman Iman GKPI ini adalah sebagai berikut: "Pokok pokok Pemahaman Iman GKPI [pada prinsipnya] dapat diterima dengan memperhatikan saran saran sinodisten. Mengenai bahasa dan formulasinya, supaya diperiksa dengan sebaik baiknya. Dan setiap judul harus dibuat [penjelasan] etimologi dan formulasinya".

Keputusan ini kemudian diolah dalam Rapat Pendeta XXII GKPI Tahun 1992. Hasilnya adalah pembentukan tim yang baru, yaitu Tim Kerja Penyempurnaan Redaksional dari Pokok Pokok Pemahaman Iman GKPI, yang ditetapkan Pimpinan Pusat GKPI melalui Surat Keputusan No 1117/P.1/11/92 tanggal 14 Nopember 1992. Hasil kerja Tim ini disampaikan pada Rapat Pendetea XXIII GKPI Tahun 1993 dan Rapat Majelis Pusat GKPI, dan selanjutnya disampaikan ke Sinode Am XI GKPI 20-24 September 1993 untuk disahkan.

Dengan pengesahan Sinode Am XI ini maka resmilah dokumen ini diberlakukan dan dijadikan pedoman pengajaran pada seluruh aras di GKPI. Sangat diharapkan bahwa dokumen ini tidak tinggal sebagai dokumen formal, melainkan sungguh-sungguh hidup dan berfungsi memberi pedoman iman, mulai dari jenjang Sekolah Minggu dan Remaja, Katekisasi, Pemuda-pemudi, Kaum Wanita dan Pria, dan seluruh jajaran pelayan GKPI

Pematang Siantar, September 1993


Pimpinan Pusat GKPI
Bishop Sekretaris Jenderal
Ds. R.M.G Marbun Ds. O. Siahaan

  1. Alkitab yang terdiri dari kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah sungguh-sungguh firman Allah. Di dalam Alkitab tertuang seluruh kesaksian mengenai Allah yang menyatakan diri, kehendak dan karya penciptaan, pemeliharaan dan penyelamatanNya atas manusia, dan juga mengenai jawaban manusia kepada Allah. Kesaksian itu berpusat dalam Yesus Kristus, firman yang menjadi manusia (Yoh 1:14). Dengan demikian pemahaman mengenai isi Alkitab termasuk pemahaman atas bagian-bagiannya, harus selalu dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh.
  2. Kesaksian mengenai Allah yang tertuang di dalam Alkitab itu terjadi dengan kuasa dan bimbingan Allah sendiri melalui Roh Kudus yang menyertai dan mengilhami para penulis Alkitab (2 Pet 1:21; 2 Tim 3:16). Kesaksian itu telah menggunakan bentuk-bentuk serta unsur-unsur kemanusiaan dan kebudayaan pada lingkup sejarah tertentu, sehingga menampakkan adanya keterbatasan-keterbatasan tertentu. Namun demikian, kebenaran dari kesaksian Alkitab itu melampaui batas-batas dan waktu.
  3. Sebagai Firman Allah, Alkitab mempunyai kewibawaan tertinggi serta menjadi sumber dan norma bagi pemberitaan Firman maupun bagi ajaran Gereja, dan bagi perilaku orang beriman, sebagaimana di katakan Paulus, segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim 3:16), dan juga sebagaimana disaksikan pemazmur Firmanmu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mzm 119:105). Karena Alkitab adalah firman Allah, maka pemahaman, penghayatan dan pengamalan yang benar atasnya baru terjadi bila Roh kudus menyertai dan membimbing para pembaca dan pendengarnya (Yoh 16:4b-15; 1 Kor 12:3; 2 Ptr 1:20-21)
  4. Alkitab menyaksikan bahwa Tuhan Allah memberikan taurat kepada manusia, baik orang percaya maupun tidak percaya, yang mengajarkan apa yang benar dan berkenan kepada Allah, serta yang menghakimi dan mengutuk apa yang salah dan bertentangan dengan kehendak Allah. Taurat itu berlaku sebagai norma dan peringatan untuk membatasi dosa dan kejahatan manusia. Segala pemberitaan Alkitab, yang bersifat menuntut, mengancam, menghakimi dan mengutuk, serta yang mendakwa dan menakut-nakuti, boleh digolongkan sebagai Taurat. Pada hakikatnya Taurat itu baik dan sempurna, dan karenanya harus dilaksanakan. Namun oleh karena manusia pada dasarnya tidak mampu memenuhi taurat (bnd Rm 7:15,18,19) maka semakin manusia mengandalkan taurat, semakin nyatalah dosanya dan semakin besarlah keputusasaannya, dan semakin mengerikanlah ancaman maut atasnya. Bagi orang percaya, taurat itu memperkenalkan kepada manusia murka Allah yang dahsyat (Rm 7:7,13), ancaman hukuman Allah dan kutuk yang menimpa manusia (Gal 3:10), serta melahirkan kesadaran dan pengenalan akan dosa dan menuntun kita sampai Kristus datang supaya kita dibenarkan karena iman (Gal 3:24).
  5. Keagungan Alkitab terletak pada pemberitaanya mengenai injil tentang kasih karunia Tuhan Allah kepada manusia di dalam Yesus Kristus yang telah menebus dosa manusia (2 Kor 5:21) dan memikul kutuk Taurat di kayu salib, agar manusia diselamatkan untuk selama-lamanya ( Yes 53:3-4; Mat 8:17; Yoh 1:29; Kol 1:20; Ibr 12:2; 1 Ptr 2:24). Injil Yesus Kristus adalah berita tentang pertobatan, pengampunan dosa dan keselamatan oleh Allah Bapa (Luk 24:47; Yoh 3:16), serta kebebasan, keadilan, kebenaran dan kesejahteraan bagi segala bangsa dan segenap makhluk (Mrk 16:15), sebagai kesaksian (Luk 24:14) sampai ke ujung bumi (Kis 1:8), mencakup seluruh alam (Kol 1:23), hingga akhir zaman (Mat 28:20) dalam penyertaan Roh kudus. Berita itu menegaskan bahwa kasih dan anugerah Tuhan Allah diterima manusia dengan iman, bukan karena melakukan Taurat atau karena perbuatan baik. Sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya... sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis, orang benar akan hidup oleh iman (Rm 1:16-17). Dengan menerima injil, orang percaya tidak dapat lagi ditakut-takuti oleh Taurat, melainkan menjalankannya sebagai pernyataan sukacita dan syukur karena keselamatan di dalam Kristus. Dalam penerimaan Injil, manusia dilahirkan kembali sebagai ciptaan baru (2 Kor 5:17). Dengan demikian penerimaan atas injil itu menghasilkan pengampunan dosa, dan serentak dengan itu pertobatan pun berlangsung (Mrk 1:15; Kis 20:24).

Oleh karena itu GKPI mempercayai, mengakui dan mengajarkan kepada setiap warga jemaat bahwa:

  1. Alkitab adalah satu-satunya tolok ukur dalam kehidupan sehari-hari orang percaya, yang dipahami dan diberlakukan dibawah bimbingan Roh Kudus, seperti dikatakan Injil, yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya (Luk 11:28)
  2. Taurat yang diberitakan Alkitab adalah petunjuk bagi orang-orang yang sudah ditebus dan diperbarui Kristus; di dalam kesadaran bahwa kesempurnaan dan kemurniaanya sebagai orang yang ditebus bukan karena perbuatannya memenuhi Taurat.
  3. Taurat yang diberitakan Alkitab adalah petunjuk bagi orang-orang yang sudah ditebus dan diperbarui Kristus; di dalam kesadaran bahwa kesempurnaan dan kemurniaanya sebagai orang yang ditebus bukan karena perbuatannya memenuhi Taurat.

  1. Sesungguhnya Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa (Ul 6:4; Mrk 12:29). Tidak ada Allah selain Dia (Kel 20:3; Ul 5:7). Tuhan Allah menyatakan diriNya dalam karya penciptaanNya dan dalam sejarah umat manusia (Mzm 19:2-3; Rm 1:19-20), dan secara khusus menyatakan diri serta kita kenal di dalam Yesus Kristus (Yoh 1:1-3;18), yang bersama-sama mengutus Roh Kudus. Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi serta seluruh isinya, dan yang tetap memeliharanya hingga kesudahan Alam (Kej 1:2; zm 24:1-2, 89:12; 104:1 dst; Kol 1:16). Tuhan Allah tidak bermula dan tidak berakhir, sekaligus asal mula dan awal dari segala sesuatu (Kel 3:14; Yes 48:12; Why 1:8, 21:6; 22:13)
  2. Tuhan Allah itu Bapa kita (2 Sam 7:14; Yes 63:13; Mat 6:9,14; 7:11). Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya (Kej 1:1; Ul 32:6; Yer 3:19). Dialah Allah yang setia memelihara dan mencukupkan segala kebutuhan kita dan Dialah yang memiliki Dunia dengan segala isinya (Mzm 24:1; 89:12; Yes 45:1q2). Dia menyatakan diri dalam karya penciptaanNya dan dalam sejarah umat manusia (Mzm 19:203; Rm 1:19-20). Dialah Allah yang Maha tinggi, Maha kuasa, Maha kudus, yang cemburu, namun juga menunjukkan kasih setia (kel 20:5-6), Allah dari segala ilah, Tuhan dari segala tuan, dan Raja dari segala raja, Allah yang satu-satunya untuk dipuji dan disembah di dalam Roh dan Kebenaran.
  3. Yesus Kristus adalah firman yang menjadi manusia (Y0h 1:14). Dia adalah Allah sejati dan manusia sejati, dan adalah puncak penyataaan Allah kepada dunia (Ibr 1:1-2). Di adalah Allah beserta kita (Immanuel; Mat 1:23; Yes 7:14), yuang menunjukkan kesetiakawananNya kepada kita dan yang menyelamatkan umatNya, yaitu manusia yang mau percaya padaNya, dari dosa mereka (Mat 1:21; Yoh 3:16; 2 Kor 5:21). Ia adalah utusan Allah dan Anak Allah (Mat 16:16; Kis 8:37). Dari kekal hingga kekal, sejak sebelum dunia diciptakan, Ia adalah Allah dan sudah ada bersama dengan Allah Bapa (Yoh 1:2), serta satu dengan Allah Bapa (Yohb 10:30; 17:22; 1 Yoh 2:23). Anak Allah yang sudah ada sedari kekal itu menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus yang lahir dari anak dara Maria, setalah iam mengandung dari Roh Kudus (Mat 1:18; Luk 1:35). Di dalam Dia kita diperdamaikan dengan Allah Bapa (2 Kor 5:20) dan ia membawa damai kepada dunia dan seluruh umat manusia (Luk 2:14; Mrk 9:50; Ef 2:14-17; 1 Tes 5:13). Keselamatan manusia dan seluruh ciptaan hanya dikerjakan dan disediakan Allah Bapa di dalam dan melalui Yesus Kristusyang telah lahir di dunia, menderita sengsara, disalibkan, mati dan dikuburkan, bangkit pada hari ketiga, naik ke sorga dan akan datang kelak pada akhir zaman untuk menghakimi manusia yang hidup dan yang mati serta memerintah sebagai Raja untuk selama-lamanya (Luk 23:42; Yoh 14:6; Kis 7:55; 1 Kor 15:2-4; Kis 4:12; 10:42; 17:31; 1 Tim 1:17; 2 Tim 4:1; Why 15:3)
  4. Roh kudus adalah Allah yang berkenan hadir dan diam dalam hidup kita (Rm 8:9; 1 Kor 3:16; bnd Yeh 36:27; 37:14). Dialah yang diutus dan dikaruniakan oleh Allah Bapa dan Yesus Kristus sebagai penghibur dan pembimbing bagi manusia untuk bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, supaya kita beroleh keselamatan (Yoh 14:26; 16:7; 1 Kor 12:3; 1 Yoh 4:1-5). Dialah yang menjadi pertaruhan dan meterai untuk melayakkan kita sebagai anak-anak Allah (Yoh 4:24; Rm 8:14,16). Roh kudus disebut juga Roh Allah dan Roh Kristus (Rm 8:9, 14-17). Dialah yang mengaruniakan dan menumbuhkan iman dan pengharapan pada manusia, serta menguatkan orang yang telah percaya itu agar memegang teguh iman dan pengharapan mereka pada kerajaan Allah dan hidup yang kekal (Rm 15:13; Gal 5:5; Ef 3:16). Allah disebut Roh kudus bukan hanya karena ia tidak dapat dilihat oleh mata jasmani, melainkan karena Ia adalah Allah yang berkuasa, hidup dan bekerja, sekaligus memberi kuasa kepada kepada orang percaya uantuk bersaksi, melayani dan berbuat baik (Yoh 3:8; Kis 1:8, 2:1-4). Roh Kudus juga memberi kepada orang beriman berbagai karunia, yang bertujuan membangun tubuh Kristus yaitu gereja (1 Kor 12:1-11; Rm 12:6-8; Ef 4:11-16). Roh Kudus juga membarui hidup manusia agar menjadi manusia dan ciptaan baru serta menghasilkan pelbagai buah Roh (Gal 5:22-23; Rm 8:1-17).

Karena itu GKPI mengaku dan memuliakan serta menyaksikan Allah yang Esa dan kekal, yang penuh kasih setia, yaitu Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus (Yes 43:10, 44:6; Mat 28:19; 2 Kor 13:13; Flp 4:20; Ibr 13:8; Why 4:8). Allah yang esa dan kekal itu masih akan terus menerus menyingkapkan dan menyatakan dirinya sampai akhir zaman.

  1. Alam semesta, langit dan bumi serta segenap isinya, baik yang kelihatan, maupun yang tidak kelihatan, termasuk manusia dan malaikat, adalah ciptaan dan milik Allah (Kej 1-2; Mzm 24:1-2; 89:12; Yes 44:24; Yer 27:5; Kol 1:16) Seluruh ciptaan itu sungguh amat baik (Kej 1:31), namun semua yang telah diciptakan Allah itu tidak boleh diper-ilah dan disembah (Kel 20:3-5; Rm 1:18-25; Why 22:8-9)
  2. Seluruh ciptaan itu ditempatkan Allah dalam keselarasan yang saling menopang dan menghidupkan, sejalan dengan kasih karunia pemeliharaanNya atas ciptaan Nya (Kej 1:29-30; 2:15,19; Mzm 104:10-18; Yes 45:7-8). Allah tidak mengingingkan ciptaanNya kacau dan saling menghancurkan (Kej 8:21-22; 9:8-17), kendati iblis dan dosa telah membawa segenap makhluk kepada kesia-siaan dan membuatnya turut mengerang dan mengeluh menantikan saat penyelamatan (Rm 8:20-22). Allah telah memberi mandat khusus kepada manusia untuk turut dalam pemeliharaan dan penguasaan seluruh ciptaanNya (Kej 1:26-28; 2:15)
  3. Dari permulaan hingga akhir, Tuhan Allah memerintah, memelihara dan menuntun segenap ciptaanNya dengan kasih setia yang adil dan benar (UL 32:4; Mzm 145:9; 146:6). Dan Ia dengan terus menerus menentang segala kuasa yang hendak merusak ciptaanNya, yaitu iblis dan roh-roh jahat (Ef 6:11-12; 1 Yoh 3:8; Why 12:9). Ia menuntun seluruh ciptaanNya menuju kesempurnaan di dalam langit baru dan bumi baru (Yes 1:1-10; 51:9-11; 2 Pet 3:13; Why 21:1-5), di mana segala ciptaan yang ada dilangit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi bertekuk lutut dan segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhann, bagi kemuliaan Allah Bapa (Flp 2:10-11)