Beranda Rencana Pelayanan Data Jemaat P3I GKPI Program Pembinaan Statistik & Keuangan Pusat Unduhan


GKPI RESORT SAIT NIHUTA

Media Komunikasi, Pembinaan, dan Pelayanan

Renungan Harian

BERTOBATLAH

Matius 3:8

18-Mar-2021 | Pdt. Irvan Hutasoit, M.Th

Beragama bukan hanya soal simbol. Bila hanya sekedar simbol, maka agama akan kehilangan daya ‘gigit’ di dunia ini. Beragama adalah soal nilai. Artinya, mustahil agama itu berguna bagi kehidupan bila tidak ada nilai yang diwujudkan di dunia ini.

Bacaan hari ini merupakan bagian dari kisah pembaptisan Yohanes di sungai Yordan. Banyak orang dari Yerusalem dan Yudea berbondong-bondong datang untuk dibaptis oleh Yohanes. Termasuk di dalamnya orang Farisi dan Saduki (ayat 7). Seperti yang diketahui bahwa orang Farisi adalah gerakan social, politik, dan keagamaan yang berkembang di Yerusalem sejak tahun 536sM-70M. Ciri khas orang Farisi ialah formalitas pelaksanaan hukum Taurat tetapi mengabaikan nilai paling dasar dalam hukum tersebut. Itulah sebabnya mengapa Yesus selalu bertentangan dengan golongan Farisi. Golongan inilah yang meletakkan gerakan Yudaisme.

Sementara golongan Saduki adalah kalangan bangsawan dan aristokrat di Yerusalem. Golongan ini Mereka biasanya orang yang kaya dan memiliki kekuasaan, termasuk menjadi imam kepala dan imam besar. Sehingga, mayoritas anggota Mahkamah Agama Yahudi (Sanhedrin) adalah golongan Saduki.

Ternyata kedua golongan ini juga meminta agar Yohannes membaptis mereka. Seperti dijelaskan pada ayat 2 bahwa Yohanes menyerukan agar semua orang bertobat sebab Kerajaan Allah sudah dekat. Itu menguatkan bahwa baptisan yang dilakukan oleh Yohanes adalah ajakan untuk bertobat. Itulah alasannya sehingga Yohanes menyerukan kepada kedua golonga itu agar mereka menghasilkan buat pertobatan.

Sesungguhnya, hidup beragama kita ialah pembaruan. Dengan kata lain, beragama itu adalah pertobatan. Maka jati diri kita sebagai orang beragama tidak ditentukan oleh formalitas pelaksanaan aturan dan hukum agama. Jati diri kita justru ditentukan oleh pembaruan yang ada pada kita. Artinya, beragama tanpa pertobatan, ibaratnya garam tanpa sayur.

Karenanya, setiap saat adalah momentum bagi kita untuk bertobat. Setiap saat adalah kesempatan untuk berubah. Semoga demikian.

Mari kita renungkan dosa kita malam ini melalui pujian berikut, sembari tanamkanlah ikhtiar kuat untuk selalu berubah dalam hidup keseharian.

Arsip Renungan

Ngehshajs ddjdkdj

Posting tanggal: 29-Apr-2025


Ngehshajs ddjdkdj

Posting tanggal: 29-Apr-2025


Ngehshajs ddjdkdj

Posting tanggal: 29-Apr-2025


Ngehshajs

Posting tanggal: 28-Apr-2025


BUKAN KEBERAKHIRAN TETAPI KEBERLANJUTAN

Posting tanggal: 02-Apr-2021


TENTANG INKARNASI

Posting tanggal: 25-Mar-2021


DIA HADIR DALAM HIDUP KITA

Posting tanggal: 24-Mar-2021


HIDUP ADALAH KESEMPATAN MEMULIAKAN TUHAN

Posting tanggal: 23-Mar-2021


SIAPA TUHAN ?

Posting tanggal: 19-Mar-2021


BERTOBATLAH

Posting tanggal: 18-Mar-2021