Beranda Rencana Pelayanan Data Jemaat P3I GKPI Program Pembinaan Statistik & Keuangan Pusat Unduhan


Anda berada di Pokok-Pokok Pemahaman Iman (P3I) GKPI Resort Sait Nihuta. Sila pilih bilah pada ARSIP KABAR PELAYANAN untuk melihat pelayanan di GKPI Resort Sait Nihuta




POKOK-POKOK PEMAHAMAN IMAN (P3I) GKPI


SAKRAMEN DAN PEMBERITAAN FIRMAN
  1. Sakramen adalah firman Allah yang dijelmakan dalam bentuk tanda yang kelihatan, yang dapat disentuh dan dirasakan indra manusia. Sakramen merupakan saluran anugerah Allah, dimana Allah bertindak mendatangi manusia dan mengaruniakan kesalamatan kepada manusia. Oleh sebab itu sakramen adalah perbuatan Allah, bukan perbuatan manusia. Ada dua sakramen yang diberlakukan di GKPI seprti halnya di gereja-gereja reformatoris pada umumnya, yaitu baptisan kudus dan perjamuan kudus.
  2. Baptisan kudus adalah permandian ke dalam nama Allah Bapa, AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Roh kudus sesuai dengan amanat Tuhan Yesus (Mat 28:19). Baptisan kudus yang dilayankan dengan menggunakan air. Air itu adalah air biasa, tetapi Firman yang menyertai air itulah yang menjadikannya berkat bagi manusia.
  3. Dengan baptisan kudus itu manusia disucikan dari dosa, dilahirkan kembali (Yoh 3:5) atau menerima permandian kelahiran kembali dan pembaruan yang dikerjakan Roh Kudus (Tit 3:5; bnd. Ef 5:26). Di dalam baptisan itu. Kita ambil bagian dalam perbuatan Tuhan Yesus Kristus yang telah mati, dikuburkan dan bangkit kembali dari kematian (Kol 2:12). Dengan itu manusia dimeteraikan sebagai anak-anak Allah dan diberi hak menjadi ahli waris dari semua yang dihasilkan oleh pekerjaan Tuhan Yesus Kristus (Rm 6:3-7; 8:17; Gal 4:7). Penetapan sebagai anak dan ahli waris itu terjadi sekali untuk; selamanya karena itu Baptisan Kudus bagi setiap orang percaya juga hanya terjadi sekali untuk selamanya (Ibr 9:26-28; 1 Pet 3:18).
  4. Baptisan kudus memberi keuntungan bagi orang yang mau bertobat, percaya dan menerimanya, yaitu keampunan dosa, kelepasan dari maut dan kuasa iblis, serta keselamatan yang kekal (Mrk. 16:16). Keuntungan yang diberikan Baptisan kudus ini,sebagai pemberian dan penggenapan janji Allah, berlaku bagi setiap orang, yang dewasa maupun anak-anak sebab kamulah janji itu, dan bagi anak-anakmu, dan bagi orang-orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita (Kis 2:39).
  5. Baptisan Kudus itu menghisabkan setiap orang yang telah menerimanya ke dalam satu tubuh, yaitu gereja selaku Tubuh Kristus (1 Kor 12:13). Berbarengan dengan itu setiap orang yang telah dibaptis itu telah menjadi bait Allah dan tempat kediaman Roh Kudus (1 kor 3:16). Serta menerima karunia Roh Kudus (1 Kor 12:17), dan hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus (Rm 6:9,14). Karena itu perilaku setiap orang yang telah menerima Baptisan Kudus harus mencerminkan pertobatan dan pembaruan hidup yang berlangsung setiap hari. Dosa dan hawa nafsu yang jahat dimatikan; sebaliknya setiap hari ia bertumbuh sebagai manusia baru di dalam kebenaran dan kesucian di hadapan Allah (Rm 6:4).
  6. Perjamuan kudus adalah tanda peringatan atas penderitaan Tuhan Yesus Kristus, dan persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus (1 Kor 10:16), yang diwujudkan dalam tanda roti dan anggur, sebagai mana diamanatkanNya, Ambillah, makanlah, inilah tubuhku.. dan Minumlah kamu semua dari cawan ini. Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa, perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku (Mat 26:26-28; Luk 22:19). Karena firman yang menyertai roti dan anggur itu, kita menerima tubuh dan darah Yesus Kristus yang sebenarnya.
  7. Dengan perjamuan kudus ini manusia menerima keampunan dosa dan senantiasa diingatkan pada karya Yesus Kristus yang mati danbangkit untuk menebus manusia dari dosa. Sebab itu Perjamuan Kudus itu diperuntukkan bagi orang yaesus Kristus yang mati danbangkit untuk menebus manusia dari dosa. Sebab itu Perjamuan Kudus itu diperuntukkan bagi orang yang menerima serta mempercayai firman dan janji yang terkandung di dalamnya. Manusia tidak lagi digoyahkan oleh iblis, sekalipun ia dituduh sebagai orang berdosa. Barang siapa mempercayai firman itu, ia memperoleh apa yang dinyatakan firman itu, yaitu keampunan dosa.
  8. Karena Perjamuan Kudus itu merupakan peringatan akan pengorbanan Kristus, maka Perjamuan Kudus dilayankan berulang kali, agar dengan demikian orang percaya selalu diingatkan pada betapa mahal dan tingginya nilai pengorbanan Tuhannya dan agar dengan demikian imannya semakin diteguhkan ketika harus menghadapi berbagai pencobaan ataupun penderitaan. Karena perjamuan Kudus menghendaki jawaban kesediaan dan pengakuan orang yang sudah percaya, maka Perjamuan Kudus hanya dilayankan bagi mereka yang sudah mendalami pemahaman iman Kristiani melalui katekisasi dan sudah naik sidi. Pelayanan Perjamuan Kudus bagi mereka yang melanggar hukum Siasat Gereja ditunda untuk sementara, agar ada kesempatan baginya untuk merenungkan dan menyesali dosanya, agar kemudian Perjamuan Kudus sungguh-sungguh membawa keuntungan baginy, yakni pengampunan dosa dan tuntunan untuk memulaih hidup secara baru.

Oleh karena itu GKPI melaksanakan pelayanan Baptisan Kudus sedini mungkin dan tidak menerima Baptisan ulang. GKPI juga melayankan Perjamuan Kudus sesering mungkin. Dalam hubungan itu GKPI mengajarkan bahwa sakramen hanya boleh dilayankan oleh gereja menurut tata ibadah yang berlaku.



P3I sudah sesuai dengan aslinya seperti di muat di laman web GKPI: http://gkpi.or.id

KATEGORI P3I GKPI

NO POKOK BAHASAN AKSI
1 PENDAHULUAN LIHAT
2 ALKITAB LIHAT
3 TUHAN ALLAH LIHAT
4 PENCIPTAAN DAN PEMELIHARAAN LIHAT
5 MANUSIA LIHAT
6 KESELAMATAN DAN PEMBENARAN MANUSIA BERDOSA LIHAT
7 GEREJA: HAKIKAT, WUJUD DAN TANDANYA LIHAT
8 TUGAS PANGGILAN GEREJA LIHAT
9 SAKRAMEN DAN PEMBERITAAN FIRMAN LIHAT
10 IMAMAT AM ORANG PERCAYA DAN JABATAN GEREJAWI LIHAT
11 IBADAH DOA DAN PERSEMBAHAN LIHAT
12 KATEKISASI DAN SIDI LIHAT
13 KELUARGA KRISTEN LIHAT
14 GEREJA DAN KEBUDAYAAN LIHAT
15 GEREJA DAN NEGARA LIHAT
16 ZAMAN AKHIR DAN AKHIR ZAMAN LIHAT