Beranda Rencana Pelayanan Data Jemaat P3I GKPI Program Pembinaan Statistik & Keuangan Pusat Unduhan


Anda berada di Pokok-Pokok Pemahaman Iman (P3I) GKPI Resort Sait Nihuta. Sila pilih bilah pada ARSIP KABAR PELAYANAN untuk melihat pelayanan di GKPI Resort Sait Nihuta




POKOK-POKOK PEMAHAMAN IMAN (P3I) GKPI


MANUSIA
  1. Manusia diciptakan Allah menurut rupa dan gambarNya. Manusia itu dimahkotaiNya dengan kemuliaan dan hormat (kej 1:26-27; Mzm 8:6). Manusia diciptakan sebagai laki laki dan perempuan, dengan martabat yang sama. Manusia diberi tugas dan tanggungjawab untuk berkembang biak dan memenuhi bumi, dan juga mandat untuk menguasai, mengolah dan memelihara seluruh ciptaanNya (kej 1:26-28; 2:15). Untuk itu manusia dilengkapi dengan akal budi dan hikmat. Tetapi Allah tetap sebagai milik dunia dan segala isinya. Manusia tetap manusia, dia tidak berobah hakikat, dia adalah tetap ciptaan Allah.
  2. Manusia diciptakan dalam kesatuan tubuh, jiwa dan roh, dan ia dipanggil untuk memelihara kehidupan jasmani dan rohani dalam rangka pemenuhan tanggungjawab sebagai manusiayang seutuhnya di hadapan Allah (1 Tes 5:23). Ia juga diciptakan dalam kebebasan yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah (Kej 2:16-17). Ia juga diciptakan sebagai makhluk yang hidup dalam persekutuan dengan sesamanya serta wajib memelihara serta mengatur kebersamaannya di dalam keluarga dan masyarakat, serta mendatangkan kebaikan bagi semua orang (Kej 2:18).
  3. Tetapi manusia telah menyalahgunakan kebebasannya dengan menolak untuk menerima kedudukannya sebagai ciptaan; ia ingin menjadi sama dengan Allah (Kej 3:5-6, 22). Ia terbujuk oleh tipu daya iblis dan memberontak terhadap Allah (Kej 3:1-7). Akibatnya manusia terasing dari Allah dan juga dari sesamanya, serta dari lingkungannya (Kej 3:23-24). Kejatuhan manusia ke dalam dosa membuat manusia menjadi ancaman terhadap sesamanya dan terhadap alam sekitarnya, bahkan telah menyeret seluruh ciptaan ke dalam kebinasaan, dan kehidupan di bumi menjadi rusak (Kej 3:17). Karena kesatuannya dengan Adam, manusia pertama itu, semua manusia dikandung dan diperanakkan di dalam dosa (Rm 5:12); Mzm 51:7). Secara terus menerus manusia mewarisi dosa dan tidak seorangpun yang bebas dan lepas dari cengkraman Iblis (Mzm 14:3; Rm 3:10-18). Di dalam diri manusia tidak sesuatu yang baik (Rm 8:17). Pikirannya menjadi kotor, cita-citanya dikuasai nafsu jahat, serta penuh dengan kebodohan dan kebebalan (Mzm 14; Rm 1:18-32; 3:10-18). Manusia dikuasai iblis dan menjadi hamba dosa (Rm 6:17,20). Sebagai upahnya manusia harus menerima maut dan kebinasaan (Rm 6:23). Manusia tidak dapat melepaskan dirinya dari perbudakan dosa dan kebinasaan akibat perbuatannya sendiri, sebagaimana diakui Paulus (Rm 7:19-20), dan ditegaskannya, tidak ada yang benar, seorang pun tidak (Rm 3:10).
  4. Kematian orang berdosa adalah upah yang diterimanya (Rm 6:23). Seperti ditegaskan Tuhan Allah kepada Adam, dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali menjadi tanah, karena dari situlah engaku diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu. (Kej 3:19). Dosa adalah perhambaaan manusia kepada iblis, sehingga berkat dan kehidupan dari Tuhan tidak mengalir, namun Tuhan menyediakan tanah untuk diusahakan sebelum tiba hari kematian mereka (Kej 3:23-24). Penguasaan Iblis atas manusia telah membuat hidup manusia hanya melayani kehendak daging yang adalah maut dan..adalah perseteruan terhadap Allah (Rm 8:6a dan 7). Tetapi Yesus Kristus telah mengalahkan maut (1Kor 15:54) sehingga orang percaya tidak akan gentar menghadapi hari kematiannya. Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak siasia (1Kor 15:58). Kesetiaan kita pada Yesus Kristus mendorong kita melakukan kesaksian, persekutuan dan pelayanan dengan berani. Dengan demikian, segala kemungkinan yang kita hadapi tetap memberi kebaikan dan keuntungan. Karena bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan (Filp 1:21). Kematian orang percaya bukanlah berita dukacita, sebab kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit.. dan bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan bersama-sama Allah dengan Dia (1 Tes 4:14).

Karena itu GKPI meyakini mengakui dan mengajarkan bahwa

  1. Manusia pertama-tama harus hidup sebagai sesama bagi orang lain, dan dengan segala kuasanya tidak boleh dipuja dan disembah.
  2. Manusia mempunya martabat kemanusiaan, yaitu hak-hak dan kewajiban-kewajiban asasi, yang tidak boleh diambil oleh siapa pun dan oleh kuasa manapun, kecuali oleh Allah.
  3. Kematian manusia bukanlah kebinasaan, melainkan menuju kepada kehidupan kekal bagi mereka yang setia.


  4. P3I sudah sesuai dengan aslinya seperti di muat di laman web GKPI: http://gkpi.or.id

KATEGORI P3I GKPI

NO POKOK BAHASAN AKSI
1 PENDAHULUAN LIHAT
2 ALKITAB LIHAT
3 TUHAN ALLAH LIHAT
4 PENCIPTAAN DAN PEMELIHARAAN LIHAT
5 MANUSIA LIHAT
6 KESELAMATAN DAN PEMBENARAN MANUSIA BERDOSA LIHAT
7 GEREJA: HAKIKAT, WUJUD DAN TANDANYA LIHAT
8 TUGAS PANGGILAN GEREJA LIHAT
9 SAKRAMEN DAN PEMBERITAAN FIRMAN LIHAT
10 IMAMAT AM ORANG PERCAYA DAN JABATAN GEREJAWI LIHAT
11 IBADAH DOA DAN PERSEMBAHAN LIHAT
12 KATEKISASI DAN SIDI LIHAT
13 KELUARGA KRISTEN LIHAT
14 GEREJA DAN KEBUDAYAAN LIHAT
15 GEREJA DAN NEGARA LIHAT
16 ZAMAN AKHIR DAN AKHIR ZAMAN LIHAT