Beranda Rencana Pelayanan Data Jemaat P3I GKPI Program Pembinaan Statistik & Keuangan Pusat Unduhan


Anda berada di Pokok-Pokok Pemahaman Iman (P3I) GKPI Resort Sait Nihuta. Sila pilih bilah pada ARSIP KABAR PELAYANAN untuk melihat pelayanan di GKPI Resort Sait Nihuta




POKOK-POKOK PEMAHAMAN IMAN (P3I) GKPI


KESELAMATAN DAN PEMBENARAN MANUSIA BERDOSA
  1. Dosa menjalar dan menulari hidup manusia, baik yang percaya maupun yang tidak percaya meracuni hati, pikiran dan angan angan manusia (Rm 5:12; 3:10-18). Akibatnya manusia selalu memburu kenajisan dan memberontak kepada Allah, menjadi bodoh dan tidak mengenal Allah (Mat 15:18-20). Pandangan manusia kepada Allah dibutakan dan dikuasai iblis, sehingga selalu salah terhadap Allah (Kej 3:1-15; Mzm 14:3). Manusia tidak mengenal Allah, tidak percaya kepada Allah dan selalu diperbudak oleh hawa nafsu yang jahat itu. Jadi dosa bukan hanya pelanggaran terhadap taurat dan kesusilaan manusia. Semua pelanggaran manusia itu adalah tanda dan gejala yang menunjukkan bahwa manusia telah berdosa.
  2. Kendati manusia sudah rusak dan sedang menuju kebinasaan akibat dosanya. Allah tetap mengasihi manusia yang telah ia ciptakan menurut gambarNya itu. Ia tidak menghendaki kebinasaan manusia, melainkan keselamatannya (Yoh 3:16; bnd Kej 6:8). Oleh karena itu Allah senantiasa memelihara manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dan memberontak kepadaNya itu. (Kej 3:21; 14:15; 6:8; mat 20:1-16).
  3. Kasih Allah yang agung, yang menyelamatkan manusia dari kuasa dosa dan kebinasaan, serta memulihkannya ke dalam hubungan yang benar dengan Allah,menjadi nyata dan sempurna dalam Yesus Kristus. Yesus Kristus diutus Allah Bapa ke dalam dunia menjadi manusia sejati, menderita, disalibkan, mati dan dikuburkan, serta bangkit dari kematian demi untuk menyelamatkan kita. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat Allah menjadi dosa karena kita di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21). Dengan demikian manusia hanya dapat dibenarkan dan dibebaskan dari dosa bila manusia menerima pembenaran Allah di dalam Yesus Kristus. (rm 5:9; 8:30; 1 kor 1:30; 6:11).
  4. Pembenaran yang diperbuat Allah itu diterima manusia di dalam iman, yang menggerakkan hati dan hidup kita untuk percaya dan memandang kepada Kristus yang telah melakukan pendamaian itu (Rm 3:25,28; 5:1; Gal 3:8,24: Kol 1:20-21). Iman bukan merupakan pengetahuan atau buah pikiran manusia, kita manusia beriman bila Allah melalui Roh Kudus mengaruniakan dan menumbuhkannya dalam hidup kita. Seperti dikatakan dalam surat Ibrani: Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr 11:1).
  5. Manusia dibenarkan bukanlah karena perbuatan atau amal baiknya (Rm 11:6). Pembenaran terjadi di luar perbuatan kita. Dengan melakukan Taurat pun kita tidak dapat dibenarkan, karena pembenaran berlangsung di luar taurat. Taurat hanya memperkenalkan kepada kita dosa serta pelanggaran. Taurat menjadi pembimbing bagi kita untuk percaya pada karya keselamatan yang diperbuat Yesus Kristus (Rm 3:20-21; Gal 3:11-14).
  6. Dengan demikian perbuatan baik manusia bukan merupakan jalan supaya beroleh kelepasan dari dosa, melainkan sebagai ungkapan syukur kepada Allah yang telah mengerjakan pembenaran dan pendamaian itu. Kita berbuat baik bukan supaya kita dibenarkan, melainkan karena kita sudah dibenarkan. Perbuatan baik adalah buah iman dan buah pekerjaan Roh Kudus di dalam hidup kita (bnd. Gal 5:22-23). Pengampunan dosa, pembenaran, pendamaian, kelepasan dan keselamatan adalah kasih karunia Allah, bukan hasil perbuatan manusia (bnd. Ef. 2:8-9; Rm 3:27-28).
  7. Tuhan Allah masih memberi kemungkinan bagi manusia untuk menerima hidup kekal, karena karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Rm 6:23b). sejak semula Tuhan telah menyatakan kasih setiaNya, di mana kehidupan yang disediakan bagi manusia itu harus dibayar oleh kematian yang lain (kej 3:21). Yesus Kristus telah diutus dan menjadi korban untuk memperoleh kehidupan kekal (Yoh 3:16), sehingga sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada dalam Yesus kristus. Roh yang memberi kehidupan telah memerdekakan kamu, dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. (Rm 8:1-2). Karena itu setiap orang percaya kepada Kristus pasti beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:36). Selaku orang percaya apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kol 3:20). Ketika kita telah menerima Yesus Kristus, Tuhan kita, kita telah menerima kehidupan kekal. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar didalam Dia dan dibagun di atas Dia. Hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepada kamu dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (kol 2:6-7).

Karena itu GKPI meyakini, mengaku dan mengajarkan bahwa kehidupan kekal telah dimulai sekarang, yaitu ketika orang percaya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamatnya. Sebab keselamatan itu tidak ada di dalam siapapun selain di dalam Dia (Yesus Kristus), sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kis 4:12). Oleh sebab itu pendapat yang mengandalkan perbuatan sebagai jalan kebenaran, pendamaian dan pengampunan, bertentangan dengan Injil.



P3I sudah sesuai dengan aslinya seperti di muat di laman web GKPI: http://gkpi.or.id

KATEGORI P3I GKPI

NO POKOK BAHASAN AKSI
1 PENDAHULUAN LIHAT
2 ALKITAB LIHAT
3 TUHAN ALLAH LIHAT
4 PENCIPTAAN DAN PEMELIHARAAN LIHAT
5 MANUSIA LIHAT
6 KESELAMATAN DAN PEMBENARAN MANUSIA BERDOSA LIHAT
7 GEREJA: HAKIKAT, WUJUD DAN TANDANYA LIHAT
8 TUGAS PANGGILAN GEREJA LIHAT
9 SAKRAMEN DAN PEMBERITAAN FIRMAN LIHAT
10 IMAMAT AM ORANG PERCAYA DAN JABATAN GEREJAWI LIHAT
11 IBADAH DOA DAN PERSEMBAHAN LIHAT
12 KATEKISASI DAN SIDI LIHAT
13 KELUARGA KRISTEN LIHAT
14 GEREJA DAN KEBUDAYAAN LIHAT
15 GEREJA DAN NEGARA LIHAT
16 ZAMAN AKHIR DAN AKHIR ZAMAN LIHAT